Pancur Jaya – Kamis (30/7/2026) menjadi hari terakhir pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Pancur Jaya, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Setelah mengabdi sejak 20 Juni 2026, kebersamaan yang telah terjalin selama kurang lebih 42 hari itu ditutup melalui acara perpisahan yang berlangsung hangat dan penuh haru di Aula Kantor Desa Pancur Jaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan sertifikat kepada mahasiswa KUKERTA oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, didampingi Sekretaris Desa, Fery Permana, serta disaksikan oleh perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa.
Kelompok KUKERTA Universitas Riau Desa Pancur Jaya terdiri atas sepuluh mahasiswa dari berbagai jurusan, yaitu Puput Savitri (Ilmu Pemerintahan), Nabila Chania Abda (Ilmu Kelautan), Norhidayah (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini), Gidion Martin Sihite (Kehutanan), Halif Safrizal (Pendidikan Kimia), Winda Juni Lestari Pakpahan (Ilmu Kelautan), Sopia Pasaribu (Manajemen Sumber Daya Perairan), Indriani (Fisika), Muhammad Faqih Mustafiq (Ilmu Kelautan), dan Syfa Adistyaningsih (Bimbingan dan Konseling). Selama pelaksanaan KUKERTA, kelompok ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dadang Mashur, S.Sos., M.Si.
Usai penyerahan sertifikat, mahasiswa memaparkan berbagai program kerja yang telah direalisasikan selama masa pengabdian. Program utama yang berhasil dilaksanakan meliputi pemasangan reflektor jalan; lokakarya pembuatan lilin aromaterapi dan budidaya maggot berbahan limbah organik; pelatihan pembuatan masker kelor; edukasi minuman probiotik berupa teapache dan kombucha; sosialisasi anti-bullying; pelatihan ecobag melalui teknik ecoprint dan totebag; edukasi pencegahan pelecehan seksual pada anak usia dini melalui pengenalan area privasi; pengadaan tong sampah beserta plang edukasi; pemetaan desa; serta digitalisasi UMKM melalui sosialisasi dan pembuatan QRIS.
Selain program utama, mahasiswa juga melaksanakan program pendukung berupa pembuatan barcode kritik dan saran di Kantor Desa Pancur Jaya. Sementara itu, kegiatan tambahan yang turut dilaksanakan meliputi sosialisasi bertajuk Gaya Berbusana Sopan dan Beretika Sesuai dengan Kearifan Budaya Lokal serta survei ke Pulau Sondek dalam rangka pengembangan potensi wisata pemancingan udang galah yang akan dikemas dalam bentuk video animasi.
Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KUKERTA atas dedikasi yang telah diberikan selama berada di desa.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak KUKERTA yang telah banyak membantu selama berada di desa. Semoga seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, membangun Desa Pancur Jaya menjadi lebih baik, dan terus berkelanjutan," ujarnya.
Suasana haru semakin terasa ketika acara dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi yang menampilkan berbagai momen kebersamaan mahasiswa bersama perangkat desa, masyarakat, serta anak-anak selama menjalankan program KUKERTA. Tayangan tersebut menjadi pengingat atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui bersama selama lebih dari satu bulan.
Memasuki penghujung acara, dua orang perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan mewakili seluruh anggota kelompok. Dengan suara yang bergetar menahan haru, Syfa Adistyaningsih mengungkapkan rasa syukur atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat Desa Pancur Jaya.
"Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pancur Jaya yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kami selama pelaksanaan KUKERTA, meskipun tidak dapat kami sebutkan satu per satu," ujarnya sembari menahan tangis.
Ungkapan serupa disampaikan oleh Indriani yang turut mewakili kelompok.
"Terima kasih kepada Ibu Pj. Kepala Desa, Bapak Fery Permana, dan seluruh perangkat desa yang telah membimbing, mendampingi, serta mengayomi kami selama berada di Desa Pancur Jaya. Pengalaman ini akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Suasana haru sempat mencair ketika Puput Savitri, yang bertindak sebagai pembawa acara nonformal, menyampaikan penutup dengan nada bercanda.
"Mungkin kesan dan pesan cukup diwakili oleh dua orang saja. Kalau semuanya berbicara, sepertinya nanti malah semuanya ikut menangis," kelakarnya yang disambut tawa para hadirin.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian kegiatan KUKERTA Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Pancur Jaya. Pelukan hangat, jabat tangan, dan ucapan perpisahan mewarnai akhir kebersamaan yang telah terjalin selama kurang lebih 42 hari. Meski masa pengabdian telah usai, hubungan kekeluargaan yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap terjaga serta menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan pada masa mendatang.
Administrator : Teddy,St